Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
( Lukas 13 : 7 )
Karena Tuhan itu baik. Inilah alasan yang muncul ketika aku berniat untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih indah lagi di mata Tuhan. Dalam hidup, Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Dia selalu menuntun umat Nya seperti gembala domba. Ada kalanya si domba tak sadar akan bahaya yang akan terjadi bila ia tidak mematuhi sang gembala. Sampai suatu saat dia merasa menyesal namun sudah terlambat karena memang sudah tidak punya kesempatan lagi untuk berubah.
Banyak dari antara kita yang memiliki niat untuk berubah,,,, memperbaiki sikap. Namun karena terlau menyepelekan waktu yang Tuhan berikan,,,,akhirnya kita hanya merasakan sesal karena sudah terlambat untuk memulai. Seperti halnya pohon apel yang tak kunjung berbuah. Untuk apa dia menjadi pohon apel bila tak jua berbuah. Kalau kehidupan kita tak ada bedanya dengan tahun kemarin dan bahkan malah menurun, itu menandakan ada yang salah dengan diri kita dan kita harus segera melakukan perubahan ke arah yang positif sebelum hancur. Kendalikan tubuhmu sebelum tubuhmu yang mengendalikanmu. Buatlah hidupmu menjadi berguna. Agar suatu saat nanti,,kamu tidak menyesal dan bertanya dalam hati,,,,,,"untuk apa aku hidup???"
#Noni's Blog#
Jika kita berharap akan menjadi orang besar maka bersikaplah seperti orang besar, yang dikagumi orang lain akan kebesaran hatinya.
Rabu, 28 September 2011
Minggu, 25 September 2011
Semut & Belalang
Pd suatu tempat hiduplah Seekor Semut & Belalang.Sang belalang tdk melakukan apa2 selain bermain & melompat kesana kemari.
Sebaliknya Sang semut bekerja keras mencari makanan sepanjang hari & menyimpannya dalam sarangnya.
Melihat temannya bekerja keras,sang belalang bertanya :
Belalang : "Hei Semut! Mengapa km tdk santai sj?
kamu selalu sibuk.Ayolah bermain
bersamaku."
Semut : "Aku tdk mgkn santai.Aku hrs menyimpan
makanan"
Belalang : "Santai saja! utk apa repot2 menyimpan
makanan? Ketika lapar pergi sj mencari
makanan.
Semut : "Aku tdk mgkn santai.Aku hrs bersiap2
menghadapi musim dingin.Oleh krn itu
aku tdk perlu panik.Menurutku km pun
seharusnya bersiap2"
Belalang : "Ketika ada waktu,aku pergi bermain.
Kalau kamu ingin menyimpan makanan,
silahkan.Aku bermain saja ya..
Selamat tinggal!"
Demikianlah sang belalang melompat pergi.
Sang semut sungguh serangga pekerja keras.Tdk spt belalang yg malas.Demikianlah hari demi hari,minggu demi minggu,& bulan demi bulan berlalu,musim dingin masih jg belum tiba,tetapi
sang semut masih tampak mencari & menyimpan makanan.
Lalu keduanya bertemu lagi.
Belalang : "Hei Semut! Km masih belum selesai men-
yimpan makanan ya? Kemana semua makan-
an yg terakhir kamu simpan? Mengapa
begitu cepat habis?"
Semut : "Masih ada,tetapi sdh kadaluwarsa.
tdk mgkn lg di makan.Sebab musim dingin
belum jg tiba"
Belalang : "Kalau km tdk keberatan,aku mau ber-
tanya.Pernakahkah terpikirkan olehmu,
mn mgkn ada musim dingin di Singapura
dan Malaysia?"
Semut : "Aaaahhh????!!" sang semut terkejut.
Pesan Moral : Bahwa apa pun yg anda lakukan,sebaiknya merenungkannya terlebih dahulu.Terkadang kita terlalu sibuk dalam kehidupan & menjalani rutinitas kita terlalu kaku,pdhl yg terpenting adalah bekerja dengan tujuan yg jelas dlm kehidupan anda,apa yg Anda inginkan,apa yg BENAR-BENAR anda inginkan,apa impian anda,apakah yg anda lakukan skg utk mewujudkan impian anda?
Kalau tdk jgn terus bekerja keras hanya karena seseorang dalam kehidupan anda memberitahu anda bahwa demikianlah cara hidup dan hanya karena semua org lainnya jg melakukanya.
Jgn terus bekerja keras tanpa arah.Fokuslah pd arah kehidupan anda,bkn pekerjaan anda.
Sebaliknya Sang semut bekerja keras mencari makanan sepanjang hari & menyimpannya dalam sarangnya.
Melihat temannya bekerja keras,sang belalang bertanya :
Belalang : "Hei Semut! Mengapa km tdk santai sj?
kamu selalu sibuk.Ayolah bermain
bersamaku."
Semut : "Aku tdk mgkn santai.Aku hrs menyimpan
makanan"
Belalang : "Santai saja! utk apa repot2 menyimpan
makanan? Ketika lapar pergi sj mencari
makanan.
Semut : "Aku tdk mgkn santai.Aku hrs bersiap2
menghadapi musim dingin.Oleh krn itu
aku tdk perlu panik.Menurutku km pun
seharusnya bersiap2"
Belalang : "Ketika ada waktu,aku pergi bermain.
Kalau kamu ingin menyimpan makanan,
silahkan.Aku bermain saja ya..
Selamat tinggal!"
Demikianlah sang belalang melompat pergi.
Sang semut sungguh serangga pekerja keras.Tdk spt belalang yg malas.Demikianlah hari demi hari,minggu demi minggu,& bulan demi bulan berlalu,musim dingin masih jg belum tiba,tetapi
sang semut masih tampak mencari & menyimpan makanan.
Lalu keduanya bertemu lagi.
Belalang : "Hei Semut! Km masih belum selesai men-
yimpan makanan ya? Kemana semua makan-
an yg terakhir kamu simpan? Mengapa
begitu cepat habis?"
Semut : "Masih ada,tetapi sdh kadaluwarsa.
tdk mgkn lg di makan.Sebab musim dingin
belum jg tiba"
Belalang : "Kalau km tdk keberatan,aku mau ber-
tanya.Pernakahkah terpikirkan olehmu,
mn mgkn ada musim dingin di Singapura
dan Malaysia?"
Semut : "Aaaahhh????!!" sang semut terkejut.
Pesan Moral : Bahwa apa pun yg anda lakukan,sebaiknya merenungkannya terlebih dahulu.Terkadang kita terlalu sibuk dalam kehidupan & menjalani rutinitas kita terlalu kaku,pdhl yg terpenting adalah bekerja dengan tujuan yg jelas dlm kehidupan anda,apa yg Anda inginkan,apa yg BENAR-BENAR anda inginkan,apa impian anda,apakah yg anda lakukan skg utk mewujudkan impian anda?
Kalau tdk jgn terus bekerja keras hanya karena seseorang dalam kehidupan anda memberitahu anda bahwa demikianlah cara hidup dan hanya karena semua org lainnya jg melakukanya.
Jgn terus bekerja keras tanpa arah.Fokuslah pd arah kehidupan anda,bkn pekerjaan anda.
Rabu, 17 Agustus 2011
Kisah Seekor Burung Kenari
Ini adalah sebuah kisah seekor burung, seekor burung kenari yang memiliki kecantikan luar biasa. Dan berikut ceritanya…Di suatu kota entah berantah sebuah keluarga memelihara seekor burung kenari, burung itu telah dipelihara sejak kecil dan sekarang sudah cukup dewasa, sehingga kecantikan yang luar biasa terpancar darinya. Semua orang yang melihat burung kenari ini sudah pasti mengagumi kecantikannya dan seandainya burung itu diikutkan dalam kontes kecantikan burung sudah dapat dipastikan menjadi juara pertama. Tapi karena burung kenari itu burung peliharaan, burung itu hanya tinggal di dalam sangkar dan hanya tahu dunia luar hanya sebatas apa yang ia dengar. Sang burung kenari selalu membayangkan betapa indahnya dunia luar itu. Namun walau hanya tinggal di dalam sangkar selama hidupnya, sang burung kenari selalu diperlakukan dengan sangat baik.
Suatu ketika sang pemilik burung kenari itu harus segera pergi keluar kota. Karena terburu-buru, pemilik burung kenari lupa untuk mengunci sangakar sang burung. Mengetahui sangakarnya tidak terkunci, sang burung kenari sangat senang karena akhirnya ia dapat pergi keluar sangkar dan melihat dunia luar yang di dalam pikirannya sangat indah dan menyenangkan. Burung kenari itu mulai mendorong-dorong pintu sangkarnya. Awalnya sang burung kenari mengalami kesulitan namun setelah beberapa kali mendorong pintu sangkarnya, akhirnya sang burung dapat keluar dari sangkarnya. Ia terbang kesana kemari di dalam rumah, terlihat burung kenari itu sangat senang sekali bisa keluar dari sangkar. Luapan kegembirannya bagaikan seorang pemain bola yang baru saja mencetak gol. Sang burung berkeliling rumah dan ia pun menemukan sebuah celah kecil di jendela rumah. Semakin bahagialah sang burung kenari karena ia sekarang benar-benar bisa melihat dulia luar yang dalam pikirannya sangat indah dan menyenangkan.
Sang burung kenari terbang keluar rumah, dan semakin riang ia di dunia luar. Dengan senangnya, sang burung kenari itu hingap di beberapa ranting pohon. Karena kecantikannya, sang burung kenari selalu menjadi pusat perhatian burung-burung lainnya, semua burung terpesona oleh kecantikan sang burung kenari. Mengetahui hal tersebut, sang burung kenari menikmatinya walau terkadang ia merasa tidak percaya diri karena ia baru saja mengenal dunia luar. Burung kenari sekarang sudah bebas dan sangat menikmati dunia luar.
Tetapi ternyata sang burung kenari terbuai oleh kenikmatan dunia luar dan status terkenalnya itu. Ia lupa untuk menyadari dirinya bahwa di dunia luar itu juga terdapat bahaya yang mengancam hidupnya. Ia terlalu menikmati kesenangannya sehingga keamanan dirinya terlupakan. Suatu ketika, sang burung kenari sedang asik bermain-main disebuah pohon. Sang burung kenari lompat kesana-kemari, terbang kesana-kemari tetapi ternyata dari kejauhan ada yang memperhatikannya. Seekor burung elang dengan mata tajamnya memperhatikan gerakan-gerakan sang burung kenari. Perlahan namun pasti sang burung elang terbang dan mulai mendekati burung kenari itu yang masih saja menikmati kesenangannya, menikmati kebebasannya dari sangkar. Dan tiba-tiba… ZAPPPPP!!!! dengan cepat sang burung elang mencengkram burung kenari itu dengan kuku-kuku tajamnya dengan kuat. Burung kenari mencoba melepaskan diri namun apa daya, sang elang terlalu kuat baginya, tak ada harapan lagi bagi sang burung kenari. Kini burung kenari yang cantik itu hanya tinggal sebuah kisah dan kenangan, sangkar pun kini telah kosong dan benar-benar kosong karena sang burung kenari telah pergi selamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

